Tips Mudik Aman dan Nyaman

Posted: September 12, 2009 in Bulan Puasa, Uncategorized
Tag:, , ,
Mudik yuuuuk....

Mudik yuuuuk....

Lebaran sudah diambang pintu, saatnya merayakan kemenangan setelah sebulan lamanya berpuasa menahan segala lapar dan nafsu, saatnya saling memaafkan atas segala dosa yang diperbuat dan saatnya mudik ke kampung halaman.Di Saung warga ini,kebetulan tujuan mudiknya rata-rata relatif deket,maseh di daerah Jawa Barat. Hanya beberapa keluarga yg mudiknya ke Jawa Tengah ,Jawa Timur atau Sumatera. Pak RT(pak Husein) mudiknya ke Bandung…tu mudik apa Maen yah pak? hehehee….Pak Arif ke Gandul,Pak Syaifudin cukup ke Bogor ajah..Nah kalo Pak Nur Syamsi bener-bener mudik..soale ke Kampung….Kampung Rambutan maksudnya heheheee…

Kalo penulis sendiri (Warga Baru) rencananya sih ke Depok (Jabar)lanjut Ke Pati(Jateng).

Mudik atau pulang kampung bukan suatu beban berat bagi yang kebetulan kampung halamannya bisa ditempuh dalam hitungan jam, namun bagi yang harus menempuh perjalanan seharian atau bahkan berhari-hari apalagi dengan membawa kendaraan pribadi, acara mudik harus dipersiapkan benar-benar, terutama kondisi fisik. Hal ini untuk menciptakan rasa aman dan nyaman selama perjalanan.

Yang tak kalah pentingnya adalah kondisi kendaraan, pastikan jauh-jauh hari bahwa kendaraan yang akan dipakai sudah siap ‘tempur’. Berikut tips mudik bagi anda yang hendak bersilahturahmi kepada keluarga di kampung halaman,Khusus untuk yg makai mobil,mau mobil pribadi..mobil rentalan..mobil dapet minjem mertua….asal jangan mobil curian aja yaach hehehee…:

1. Meninggalkan Milis

Bagi anda yang aktif bergabung dengan sebuah milis, pastikan anda merubah message delivery sehingga anda tidak mengalami kelebihan kapasitas yang berpotensi membuat anda kena bounching.

Untuk perubahan ini mudah saja, anda tinggal mengirim email kepada moderator untuk permohonan berhenti dari milis atau menerima diggest (rangkuman email perhari).

2. Kondisi Tubuh

Liat si bapak ini..kwat nggotong kardus

Liat si bapak ini..kwat nggotong kardus

Pastikan bahwa sebelum mudik anda dan keluarga berada dalam kondisi yang fit. Terutama bagi driver

3. Kondisi Mobil dan Perlengkapan Mobil

perlengkapan mobil

perlengkapan mobil

Sebelum dipakai ‘bertempur’ alias mudik, periksakan kondisi kendaraan anda di bengkel langganan ((tune-up komplit, rem, ban, wiper, radiator, tali kipas/AC, aki, dll). Dan jangan lupa membawa perlengkapan alat-alat mobil (tools kit), dongkrak, tali derek, ban serep, kotak P3K, segitiga pengaman, kunci roda palang, senter,dll.

4. Bawa Air Mentah

persiapkan air mentah

persiapkan air mentah

Bawalah air mentah di dalam jerigen 5 liter atau jika tidak ada jerigen bisa memakai bekas botol air mineral besar (1 literan) untuk mengisi radiator bila kurang. Air juga bisa untuk mencuci tangan bila selesai ganti ban kalau bocor atau kempes. Tak ada salahnya ada juga membawa sabun. Air ini juga berguna bila bawa anak kecil/bayi tiba-tiba ‘pup’ saat kita tengah berada di daerah yang sulit air (misalnya: sawah, hutan)

5. Bekal Makanan

klo maseh puasa ya makannya harus nunggu bedug magrib bu...

klo maseh puasa ya makannya harus nunggu bedug magrib bu...

Pastikan anda membawa bekal makanan yang praktis dan bisa dimakan sambil terus berkendara. Saat mudik disarankan untuk tidak asal makan di restoran/rumah makan tempat pemberhentian Bus Antar Kota karena di saat-saat seperti itu dikhawatirkan cara masak dan mencuci piringnya kurang bersih karena pengunjung sangat padat dan banyak yang harus dilayani.

Lebih terjamin bila anda membawa makanan sendiri. Tapi kalau bekal habis anda bisa masuk ke dalam kota dimana anda lewat untuk mencari rumah makan. Yang pasti anak-anak suka dan lebih terjamin kebersihannya. Cara yang paling praktis dan aman ya bawa bekel  NUGGET FIESTA dari warungnya bu Lia…praktis karena selain bisa untuk lauk..enak juga untuk cemilan…dan enaknya lagi harganya lebih murah dari harga supermarket…bisa di kasbon lagi hehheeee…

6. Packing Barang/ Muatan Dengan Benar

Urutkan barang/ muatan berdasarkan tingkat kebutuhan. Yang memiliki kemungkinan sangat besar dibutuhkan saat dalam perjalanan diletakkan di tempat atau posisi yang paling mudah dikeluarkan. Supaya tidak perlu bongkar muat tiap kali butuh sesuatu.

7. Kebelet Pipis

jangan salah masuk toilet pria yah bu...

jangan salah masuk toilet pria yah bu...

Ini adalah masalah rutin para pemudik. Untuk anak-anak dan laki-laki sih hal ini bukan masalah besar, tinggal berhenti saja di pinggir jalan dan beres deh. Tapi untuk para wanita ini bukanlah hal yang mudah. Untuk mengatasinya carilah pompa bensin yang besar pasti ada toiletnya yang cukup bersih, bila kotor, cari lagi berjalan beberapa kilometer. Atau anda bisa juga mencari Wartel, Kantor Polisi, Pusat Pertokoan, Losmen, Hotel, Masjid, dll.

8. Raja Setan Jalanan

Yang harus diingat adalah jika kita berkendara dengan mobil pribadi di Jalur Pantura adalah siap mengalah dengan Bus Antar Kota/Propinsi, mereka ini “Raja Setan Jalanan Pantura”. Jangan coba-coba adu balap meski kita ada di jalur yang benar. Bila dari arah berlawanan tiba-tiba ada Bus yang melancangi truk gandeng yang berjalan lamban, Anda harus siap mengurangi kecepatan dan minggir ke kiri.

Bahkan bila perlu turun/keluar dari jalan aspal. Jangan ambil resiko, lebih baik mengalah. Bukankah Anda dan keluarga ingin tiba di kampung halaman dengan selamat?

Kalau yg ini kayaknya beda prinsip ama Pak Husen…tancep teruuuus..heheehee.

9. Si Keong dan Si Kura-Kura

Lain bus lain lagi truk gandeng maupun truk engkel. Kalau truk-truk ini dikenalnya sebagai si Keong atau si Kura-Kura karena begitu lamban jalannya. Bagi mereka yang sering lewat Pantura pasti tahu betapa menjengkelkannya kendaran ini. Sudah jalannya lambat, mereka ‘ngotot’ berjalan di jalur kanan pula.

Jika bertemu dengan truk jenis ini kita harus ekstra sabar dan hati-hati, cobalah menyalip dari sebelah kiri. Minta co-driver melihat ke depan apakah lajur depan sebelah kiri kosong dan aman untuk menyalip atau tidak? Yang perlu diperhatikan adalah apakah di kiri depan ada motor,becak, sepeda, mobil mogok/parkir, lobang, jembatan sempit, dll.

Bila aman tak ada halangan menyaliplah “dari jalur kiri” dengan tetap waspada, apalagi kalau yang disalip itu konvoi truk yang panjang.

10. Bawa Peta Jalur Mudik

peta

peta

Jangan lupa membawa peta jalur mudik, karena ini sangat penting dan berguna. Hendaknya pilihlah peta yang memuat jalur-jalur alternatif secara detail, ini penting sekali apabila terjadi kemacetan di suatu titik. Dan jangan lupa peta tersebut dilengkapi dengan nomor-nomor telepon penting, info tol sepanjang Pulau Jawa, dll.

11. Bawa HP & Chargernya

Sebaiknya sebelum berangkat charge HP anda sampai penuh. Untuk daerah/area tertentu yang Anda lewati akan terjadi “blank spot” untuk kartu tertentu, lebih baik jika salah satu anggota keluarga punya HP dengan kartu yang berbeda. Jadi bila terjadi blankspot masih bisa pakai HP satunya lagi.Sangat tidak disarankan mebawa HP yang bukan milik sendiri…jangan yah..hehheee.

12. Obat-Obatan

Bawa obat-obatan yang biasa digunakan, jangan lupa itu! Terutama untuk anak-anak.Apalagi mudik disaat cuaca yang sangat panas dan berdebu seperti sekarang ini.

13. Waktu Berangkat

Jika anda berangkat pagi jam 06.00: Bisa lihat pemandangan, restoran dan bengkel mobil pasti buka, bila mobil tua dan AC kurang bagus anak- anak kasihan akan tersiksa karena panas apalagi kalau macet, sepanjang jalan yang dilewati kita akan ketemu pasar tradisional di kota kecamatan/kabupaten yang pasti macet, banyak orang menyeberang, becak, sepeda, ojek, dll, ketemu dengan “Panitia” Pembangunan Masjid yang minta sumbangan.

Harap hati-hati dengan drum yang ditaruh di tengah-tengah jalan, jangan sampai ngebut melewati mereka. Bagi anda yang berkacamata minus sebaiknya jalan pagi saja.

Berangkat sore/malam jam 17.00: Tidak bisa lihat pemandangan, hanya restoran dan bengkel 24 jam saja yang buka, anak-anak bisa tidur tidak ribut, tidak panas baik di dalam mobil maupun di luar, tidak ada pasar tradisional, tidak ada Panitia Pembangunan Masjid. Bila kita mau menyalip di tikungan akan kelihatan dari sinar lampu mobil dari arah berlawanan. Hanya saja kita harus ekstra hati-hati dan jangan sampai mengantuk.

14. Uang Tunai

Bawa uang tunai secukupnya, tak perlu bawa banyak-banyak, toh ATM banyak sekali dijumpai di daerah.Dengan catatan ATMnya harus ada saldonya.

15. Lapor ke Pak RT dan berikan nomor HP sebelum berangkat.

Ini dimaksutkan agar Anda bisa dihubungi kalau terjadi sesuatu di rumah Anda.Ini sangat penting,karena disaat musim mudik seperti ini selalu ada aja orang tak bertanggung jawab yang memanfaatkan untuk melakukan pencurian atau pembobolan rumah kosong.Bagi warga hal ini tidak boleh tidak…WAJIB LAPOR..lapor ke pak RT,kalau pak RTnya ga ada,lapor ke bu RT..kalau bu RTnya masih sibuk di toko optiknya…lapor ke Fahri….kalau Fahrinya belum bangun…cari ajah pasha di warung Bu Lia..pasti ketemu..soale dia sukanya jajan kaya Bapaknya..heheheee..Biar gimanapun harus lapor ke Pak RT sebelum berangkat mudik.Kalau Pak RT kan ga boleh mudik,kalau mudik..siapa dong yg jagain rumah warga..ya to? bener to?..

Setelah semua hal diatas anda siapkan dengan cermat, jangan lupa untuk selalu BERDOA sebelum memulai perjalanan. Selamat mudik, semoga selamat sampai tempat tujuan.

Catatan Warga : Saat tulisan ini diposting,pak Nur Syamsi besok hari minggu harus terbang ke Riau,karena di mutasi.Mudiknya ga jadi ke Kampung Rambutan dong pak?….

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s